Kunjungan Santri Ponpes Ulul Albab Al-Qurani ke Perpustakaan Parmawijaya Dendasamita, Garut

Kunjungan Santri Ponpes Ulul Albab Al-Qurani ke Perpustakaan Parmawijaya Dendasamita, Garut

Garut – Pada Sabtu, 25 Mei 2024, santri dan santriah beserta pengasuh Pondok Pesantren Ulul Albab Al-Qurani mengadakan kunjungan ke Perpustakaan Parmawijaya Dendasamita yang terletak di Jl. Kiansantang No.2, Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan meningkatkan daya tarik santri terhadap literasi membaca dan menulis.

Santriah berphoto bersama didepan perpustakaan

Pagi-pagi, para santri sudah berkumpul di halaman pondok pesantren dan bersiap naik kendaraan untuk berangkat ke perpustakaan. Namun, sesampainya di Perpustakaan Pemda Garut yang berada di dekat RSUD dr. Selamat, mereka mendapati perpustakaan tersebut tutup karena bertepatan dengan hari libur nasional. Kejadian ini terjadi karena mereka lupa memeriksa kalender sebelumnya.

Tidak putus asa, para santri kemudian menghabiskan waktu di Taman Cimanuk Garut, sebuah taman yang juga menjadi monumen peristiwa banjir bandang pada 20 September 2016. Di sana, mereka mengadakan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen tersebut.

Santri berphoto di taman cimanuk
Santriah berphoto di taman cimanuk

Beruntung, mereka mendapat informasi tentang perpustakaan umum lain yang buka, yaitu Perpustakaan Parmawijaya Dendasamita. Tanpa menunggu lama, mereka langsung menuju ke sana. Setelah proses registrasi selesai, para santri mulai melihat-lihat dan membaca buku di tempat yang nyaman tersebut. Antusiasme santri sangat tinggi saat mereka asyik membaca berbagai buku yang tersedia.

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi foto bersama di perpustakaan sebelum akhirnya para santri kembali ke pondok pesantren. Kegiatan ini diharapkan dapat terus membangun minat baca dan tulis di kalangan santri Ponpes Ulul Albab Al-Qurani.

Doa dalam Kondisi Sempit dan Terdesak

Doa dalam Kondisi Sempit dan Terdesak

Dalam kehidupan ini, manusia sering kali dihadapkan pada situasi sulit dan kondisi terdesak. Pada saat-saat seperti ini, berdoa kepada Allah adalah jalan yang paling utama untuk mencari pertolongan dan ketenangan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan kita panduan dalam berdoa ketika menghadapi situasi genting melalui doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus alaihis salam saat berada di dalam perut ikan paus.

Doa Nabi Yunus

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوتِ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ

“Doa Dzun-Nun (Nabi Yunus) ketika beliau berada di dalam perut ikan paus, beliau berdoa, ‘Tidak ada ilah (sembahan) yang haq (benar) kecuali Engkau (Allah) semata. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.’ Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengan mengucapkan kalimat ini dalam keadaan segenting apa pun, kecuali Allah pasti akan mengabulkannya.” (HR. at-Tirmidzi no. 3505)

Makna Doa Nabi Yunus

Doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus alaihis salam ini memiliki makna yang sangat mendalam dan penuh pengajaran bagi kita semua:

  1. Pengakuan Ketauhidan : Dengan menyatakan “Tidak ada ilah yang haq kecuali Engkau (Allah) semata”, kita mengakui keesaan Allah dan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu.
  2. Pengakuan Kekhilafan Diri : “Sungguh, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim” adalah bentuk pengakuan atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Pengakuan ini menunjukkan kerendahan hati dan kejujuran dalam berdoa kepada Allah.
  3. Keagungan dan Kesucian Allah : “Mahasuci Engkau” menegaskan bahwa Allah terbebas dari segala kekurangan dan kesalahan. Dengan mengagungkan Allah, kita menyadari kebesaran dan kesempurnaan-Nya.

Keutamaan Doa dalam Kondisi Sempit

Doa ini bukan hanya sekadar ungkapan lisan, tetapi juga merupakan bentuk keyakinan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa siapa pun yang berdoa dengan kalimat ini dalam situasi genting, Allah akan mengabulkannya. Ini menunjukkan betapa besar kekuatan doa yang disertai dengan pengakuan keesaan Allah dan pengakuan dosa.

Cara Mengamalkan

  1. Memahami dan Menghayati Maknanya : Sebelum memanjatkan doa, pahami dan hayati makna setiap kalimat yang diucapkan.
  2. Kejernihan Hati dan Ketulusan : Doa harus dipanjatkan dengan hati yang jernih, penuh ketulusan, dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya.
  3. Konsistensi dalam Berdoa : Jangan hanya berdoa ketika dalam kesulitan, tetapi biasakan berdoa dalam segala situasi sebagai bentuk penghambaan kepada Allah.

Doa Nabi Yunus alaihis salam adalah salah satu bentuk doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk kita amalkan, terutama saat menghadapi kondisi sulit dan terdesak. Dengan doa ini, kita diingatkan untuk selalu bergantung kepada Allah, mengakui kekhilafan diri, dan mengagungkan-Nya. Semoga Allah senantiasa mengabulkan doa-doa kita dan memberikan kemudahan dalam setiap urusan yang kita hadapi.

📚 **Referensi**:
– Hadis Riwayat at-Tirmidzi no. 3505

Santri MDT Sekolah Tahfidz Ulul Albab Ikuti Ujian MDT Se-Kecamatan Karangpawitan

Santri MDT Sekolah Tahfidz Ulul Albab Ikuti Ujian MDT Se-Kecamatan Karangpawitan

Garut, 13 Mei 2024 – Santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Sekolah Tahfidz Ulul Albab mengikuti Ujian Akhir Bersama Nasional (UABN) se-Kecamatan Karangpawitan. Ujian yang berlangsung di SD Negeri Sindanggalih ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai dari Senin hingga Rabu, 13, 14, dan 15 Mei 2024.

17 Santri MDT Ulul Albab mengikuti Ujian Bersama Madrsah Diniyah Takmiliyah se-Kecamatan Karangpawitan

Ujian ini bertujuan sebagai alat ukur mutu Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan diharapkan dapat menciptakan lulusan yang berkualitas, berkarakter, serta memiliki pandangan luas ke depan dalam mencapai cita-cita yang diharapkan. Selain itu, lulusan diharapkan mampu beradaptasi secara cepat dan tepat di berbagai lingkungan.

Terdapat tujuh mata pelajaran yang diujikan dalam UABN MDT ini, yaitu Al-Quran, Hadits, Fiqih, Bahasa Arab, Aqidah, Akhlak, dan Tarikh. Sejarah mencatat bahwa MDT telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka dan telah diakui oleh masyarakat sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berkontribusi besar pada pembangunan bangsa. MDT juga memiliki tiga fungsi utama dalam pengembangan pendidikan Islam (tafaqquh fiddin), akhlak moral, karakter, dan pengembangan sosial kemasyarakatan.

MDT Sekolah Tahfidz Ulul Albab mengirimkan 17 santri tingkat akhir untuk mengikuti ujian ini, terdiri dari 5 santri putra dan 12 santri putri. Pada hari pertama ujian, seluruh santri MDT se-Kecamatan Karangpawitan mengikuti upacara pembukaan yang menandai dimulainya ujian ini.

Santri MDT Ulul Albab menjalani ujian dengan tenang dan khusyuk. Diharapkan hasil belajar mereka akan membuahkan nilai yang bagus dalam ujian bersama MDT kali ini.

Yayasan Indonesia Satu Garut adalah sebuah yayasan yang memiliki visi untuk menjadi yayasan yang profesional dan berkhidmat kepada umat dalam bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi. kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang profesional dan menciptakan perubahan positif bagi masyarakat Garut khususnya umumnya untuk seluruh Indonesia

Alamat : Kp. Sindangwargi RT.001 RW.007 Desa Karangpawitan Kecamatan Karangpawitan Kab. Garut, Jawa Barat – Indonesia 

Made With  © Powered By Evermos